HumasUPNVJ – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar edukasi pencegahan penyakit kudis atau skabies bagi santri Pondok Pesantren Modern Darun Na’im YAPIA (DNY), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Skema Terapan, tim dosen memperkenalkan aplikasi Scabismart sebagai sarana pendukung literasi kesehatan berbasis digital. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai pencegahan penyakit kulit menular sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Program bertema “Kiat Pencegahan Scabies di Pesantren dan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Scabismart serta Website Pondok” tersebut mengintegrasikan keahlian teknologi informasi dan kedokteran untuk menjawab tantangan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
Kegiatan ini dipimpin Erly Krisnanik, S.Kom., M.M., dari FIK UPNVJ, bersama Kraugusteeliana, M.Kom., M.M. Kolaborasi tersebut turut melibatkan akademisi FK UPNVJ, yakni Yosha Putri Wahyuni, S.ST., M.Biomed., dan dr. Isnaini Ramadhani Sekar Prabarini, M.H.
Dalam sesi edukasi, tim memberikan pemahaman mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan skabies. Penyakit kulit akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei ini dapat menular melalui kontak kulit yang erat dan berkepanjangan, sehingga kebersihan pribadi serta penanganan kasus menjadi perhatian penting di lingkungan hunian bersama.
Para santri juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan pakaian, perlengkapan tidur, dan barang pribadi. Selain itu, mereka diimbau menghindari penggunaan handuk maupun pakaian secara bergantian untuk membantu mengurangi risiko penularan.
Tidak hanya melalui penyuluhan kesehatan, tim pengabdian memperkenalkan aplikasi Scabismart sebagai inovasi digital untuk mendukung penyampaian informasi mengenai skabies. Sosialisasi tersebut dilengkapi pengenalan situs web pondok pesantren sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan oleh lingkungan pendidikan.
Melalui pendekatan ini, santri diharapkan tidak hanya memahami langkah pencegahan penyakit, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi kesehatan secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Kolaborasi FIK dan FK UPNVJ tersebut menunjukkan penerapan keilmuan lintas disiplin dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Perpaduan edukasi kesehatan dan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. UPNVJ berharap pemanfaatan Scabismart dan edukasi kesehatan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi para santri.