HumasUPNVJ - Mengawali bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FH UPNVJ) resmi membuka Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IX bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indonesia (DPP IKADIN) dan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Jakarta Barat. Pembukaan yang berlangsung di Grand Slipi Tower pada Jumat (20/2/26) dilaksanakan secara hybrid, menghadirkan peserta dari berbagai daerah secara luring dan daring. Momentum Ramadhan dimaknai sebagai titik awal pembentukan advokat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas dan beretika.
Kegiatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan dunia hukum terhadap advokat profesional yang adaptif terhadap dinamika regulasi dan tantangan global. Melalui kolaborasi akademik dan organisasi profesi, FH UPNVJ menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan profesi hukum berbasis kompetensi, moralitas, dan tanggung jawab sosial.
Dalam keynote speech, Otto Hasibuan menegaskan bahwa advokat merupakan guardian of justice yang memikul tanggung jawab moral dan konstitusional dalam membela hak-hak masyarakat. Ia mengapresiasi konsistensi FH UPNVJ dalam menyelenggarakan PKPA yang berorientasi pada mutu, integritas, serta relevansi praktik hukum. “Advokat bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk menjaga tegaknya keadilan dan supremasi hukum,” ujarnya.
Dekan Fakultas Hukum UPNVJ, Dr. Suherman, S.H., LL.M., menyampaikan bahwa sinergi dengan organisasi advokat merupakan bentuk integrasi konkret antara dunia akademik dan praktik hukum. Menurutnya, pendidikan profesi tidak berhenti pada aspek teknis beracara di pengadilan, tetapi mencakup pembentukan karakter, etika profesi, dan kepekaan sosial terhadap persoalan masyarakat. “PKPA menjadi ruang pembelajaran komprehensif untuk mencetak advokat yang profesional sekaligus berjiwa pengabdian,” tuturnya.
Ketua DPC PERADI Jakarta Barat, Dr. Suhendra Asido Hutabarat, menegaskan bahwa PKPA merupakan pintu awal bagi calon advokat untuk memahami komitmen layanan bantuan hukum dan praktik pro bono. Hal tersebut dinilai penting sebagai wujud tanggung jawab sosial profesi dalam menjamin akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, Dr. Rivai Kusumanegara, mengingatkan bahwa tantangan dunia hukum ke depan menuntut advokat yang adaptif, berwawasan global, serta konsisten menjaga integritas di tengah tekanan kepentingan. Menurutnya, kualitas advokat Indonesia harus terus diperkuat agar mampu bersaing dalam lanskap hukum nasional maupun internasional.
Penyelenggaraan PKPA Angkatan IX ini sekaligus mempertegas posisi FH UPNVJ sebagai institusi pendidikan hukum yang aktif berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang advokasi. Program ini dirancang dengan kurikulum yang selaras dengan ketentuan organisasi profesi dan kebutuhan praktik peradilan, sehingga peserta memperoleh bekal komprehensif sebelum mengikuti tahapan lanjutan profesi advokat.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, M.A., Comm., dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa penguatan pendidikan profesi merupakan bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan reputasi akademik dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi kompetensi, integritas, dan nilai Bela Negara dalam setiap lulusan UPNVJ. “Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berdampak bagi bangsa,” tegasnya.
Momentum awal Ramadhan diharapkan menjadi refleksi spiritual sekaligus awal perjalanan profesional bagi para peserta PKPA Angkatan IX. Melalui kolaborasi FH UPNVJ, IKADIN, dan PERADI Jakarta Barat, program ini tidak sekadar membuka pendidikan profesi, melainkan membangun fondasi advokat yang profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen pengabdian demi tegaknya keadilan dan supremasi hukum di Indonesia.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor