HumasUPNVJ — Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, menekankan pentingnya Sustainability Career Path atau jalur karier berkelanjutan bagi mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Fasilitasi dan Pembinaan Calon Tenaga Kerja di Pekerjaan Hijau yang digelar di lingkungan UPNVJ pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, industri, dan asosiasi profesi untuk memberikan wawasan mengenai peluang karier di era ekonomi hijau. Penulisan nama Rektor mengacu pada laman resmi pimpinan Universitas UPNVJ.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa dunia kerja masa depan tidak hanya menuntut keunggulan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Perubahan teknologi, transformasi industri, dan meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan membuat pekerjaan hijau atau green jobs semakin relevan bagi lulusan perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UPNVJ menyampaikan bahwa tema Sustainability Career Path mengingatkan mahasiswa bahwa karier masa depan tidak semata-mata tentang memperoleh pekerjaan, tetapi juga tentang kontribusi nyata terhadap keberlanjutan bumi dan peradaban.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan, inspirasi, dan motivasi bagi seluruh peserta dalam merancang karier yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan memperluas perspektif mengenai dunia kerja di era green economy,” ujar Prof. Venus
Menurut Rektor, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan generasi muda agar mampu merespons kebutuhan zaman. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memahami perubahan orientasi dunia kerja yang kini semakin menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu kompetensi penting.
Era ekonomi hijau membuka berbagai peluang karier baru yang membutuhkan talenta muda inovatif, kreatif, dan memiliki tanggung jawab sosial. Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya juga menempatkan green jobs sebagai bagian dari arah pengembangan ketenagakerjaan masa depan, termasuk pada sektor energi terbarukan, efisiensi energi, manajemen limbah, transportasi, dan pertanian berkelanjutan.
Sosialisasi ini menghadirkan Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker R.I., Isnarti Hasan, S.E., M.Si.; Manager Competency Development PT Bio Farma, Tina Andrilina, S.Psi., M.Psi., Psikolog; serta Sekretaris Umum Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi Indonesia APIO-HIMPSI, Dr. Ayu Dwi Nindyati, M.Si., Psikolog. Kehadiran para narasumber tersebut memperkaya perspektif peserta dari sisi kebijakan ketenagakerjaan, kebutuhan kompetensi industri, hingga kesiapan psikologis calon tenaga kerja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPNVJ diharapkan dapat mengenali arah perubahan pasar kerja, memahami kompetensi yang dibutuhkan dalam sektor pekerjaan hijau, serta mulai merancang jalur karier yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan nilai keberlanjutan. Pemahaman tersebut penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
UPNVJ memandang penguatan wawasan tentang pekerjaan hijau sejalan dengan semangat Kampus Bela Negara. Dalam konteks kekinian, nilai bela negara tidak hanya dimaknai melalui pengabdian kepada bangsa, tetapi juga melalui kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kepedulian lingkungan, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global.
Dari perspektif kelembagaan, Prof. Dr. Anter Venus, menegaskan bahwa UPNVJ akan terus mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa agar adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, UPNVJ memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesiapan lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.