Kusumajanti Dorong Pengurus Ormawa UPNVJ Adaptif Memimpin di Ruang Digital

 

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan digital pada hari kedua Pelatihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (PKMM) Tahun 2026. Materi yang disampaikan Dr. Kusumajanti, S.Sos., M.Si., di Gedung Merce, Kampus UPNVJ Limo, Depok, Kamis (11/6/2026), tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memimpin organisasi secara komunikatif, adaptif, dan efektif di tengah perkembangan teknologi.

Kegiatan itu diikuti mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan UPNVJ. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi perubahan pola komunikasi organisasi yang kini tidak hanya berlangsung melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga memanfaatkan media sosial, aplikasi komunikasi, serta beragam platform kolaborasi digital.

Dalam pemaparannya, Kusumajanti menekankan bahwa komunikasi merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kemampuan menyampaikan gagasan, membangun hubungan dengan anggota tim, dan mendengarkan secara aktif menjadi faktor penting dalam mewujudkan kepemimpinan yang efektif serta berintegritas.

“Seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu mengambil keputusan, tetapi juga harus dapat mengomunikasikan visi, tujuan, dan arah organisasi secara jelas kepada seluruh anggota. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan, kolaborasi, dan semangat bersama dalam mencapai tujuan organisasi,” ujar Kusumajanti.

Menurutnya, pemimpin harus mampu memastikan pesan organisasi dipahami secara utuh oleh setiap anggota. Kejelasan pesan diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman, memperkuat koordinasi, dan menyatukan langkah anggota dalam menjalankan program kerja.

Selain membahas komunikasi kepemimpinan secara umum, Kusumajanti memperkenalkan konsep komunikasi digital dan kepemimpinan digital yang semakin relevan bagi organisasi mahasiswa. Komunikasi digital mencakup kemampuan mengelola media sosial organisasi secara aktif dan konsisten, memanfaatkan platform daring untuk menyebarkan informasi, serta membangun identitas digital organisasi secara profesional.

Sementara itu, kepemimpinan digital merupakan kemampuan mengarahkan organisasi dengan memanfaatkan teknologi dalam proses komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan. Penggunaan teknologi yang tepat dapat membantu organisasi bergerak lebih cepat, terukur, dan responsif terhadap perubahan.

Peserta juga diajak memahami sejumlah tantangan komunikasi di ruang digital. Tantangan tersebut meliputi derasnya arus informasi, potensi kesalahpahaman dalam pesan tertulis, rendahnya keterlibatan anggota dalam pertemuan daring, serta penyebaran informasi yang tidak melalui saluran resmi organisasi.

Dalam kondisi tersebut, pemimpin perlu mampu memilah informasi berdasarkan tingkat kepentingannya. Pesan juga harus disampaikan secara ringkas, jelas, dan melalui saluran yang telah disepakati agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda di antara anggota.

Untuk mendukung koordinasi, organisasi mahasiswa dapat memanfaatkan platform manajemen proyek, penyimpanan dokumen bersama, aplikasi komunikasi tim, dan perangkat evaluasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai pembagian tugas yang jelas agar tidak justru menambah beban informasi bagi anggota.

Kusumajanti menjelaskan bahwa pemimpin digital perlu memiliki kemampuan berkomunikasi secara asertif di ruang daring, mengelola tim virtual, mengambil keputusan berdasarkan data, dan membangun budaya digital yang positif. Pemimpin juga harus menjaga etika komunikasi serta memastikan penggunaan teknologi tidak mengurangi kualitas hubungan antarmanusia dalam organisasi.

Sebagai langkah implementasi, peserta dibekali strategi menyusun standar operasional prosedur komunikasi digital. Pedoman tersebut dapat mengatur penggunaan saluran komunikasi, pembagian kewenangan dalam menyampaikan informasi, pengelolaan akun media sosial, tata cara penyimpanan dokumen, serta mekanisme penanganan informasi yang bersifat mendesak.

Peningkatan literasi digital anggota juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan organisasi. Setiap anggota perlu memahami keamanan data, etika bermedia, verifikasi informasi, serta konsekuensi dari jejak digital yang ditinggalkan atas nama pribadi maupun organisasi.

Sesi pembelajaran berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta memperoleh kesempatan untuk membagikan pengalaman serta membahas berbagai kendala komunikasi yang mereka hadapi ketika mengelola organisasi kemahasiswaan.

Melalui PKMM 2026, UPNVJ berupaya memperkuat kompetensi kepemimpinan, manajemen organisasi, dan keterampilan interpersonal mahasiswa. Pembekalan komunikasi dan kepemimpinan digital tersebut diharapkan melahirkan pengurus organisasi mahasiswa yang mampu mengelola teknologi secara bertanggung jawab, membangun kepercayaan, serta menggerakkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.

Kemampuan tersebut tidak hanya diperlukan dalam organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. Dengan keterampilan komunikasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat, mahasiswa diharapkan tumbuh sebagai pemimpin masa depan yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing.

Berita Sebelumnya

Anter Venus: Profesi Dokter adalah Profesi Paling Terpercaya

Berita Selanjutnya

PKMM 2026 UPNVJ Bekali Mahasiswa Manajemen Risiko Kegiatan Kemahasiswaan