HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat karakter dan ketahanan sosial mahasiswa melalui Seminar Bela Negara di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ Pondok Labu, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Seminar bertajuk “Penguatan Karakter dan Ketahanan Sosial Mahasiswa melalui Aktualisasi Nilai-Nilai Bela Negara” tersebut diikuti ratusan mahasiswa dengan menghadirkan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, sebagai keynote speaker. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong menerapkan nilai bela negara untuk menghadapi tantangan di ruang digital, kehidupan sosial, dan pembangunan masyarakat.
Membuka kegiatan tersebut, Rektor UPNVJ, Prof. Anter Venus, menegaskan bahwa bela negara merupakan identitas utama yang melekat pada perjalanan dan penyelenggaraan pendidikan di UPNVJ. Identitas tersebut tidak cukup berhenti sebagai slogan atau konsep kelembagaan, tetapi harus hadir dalam pola pikir, sikap, dan tindakan seluruh sivitas akademika. Identitas bela negara yang ada dalam statuta tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Kami berupaya menjadikannya sebagai habitus, menjadi bagian dari cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh warga kampus,” ujar Prof. Venus.
Latar belakang historis pendirian UPNVJ dianggap Prof. Venus sebagai landasan bagi UPNVJ untuk terus mengembangkan konsep bela negara dalam perspektif nirmiliter. Bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan pertahanan fisik, tetapi juga mencakup sistem nilai, keyakinan, karakter, kompetensi, dan tanggung jawab warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
UPNVJ, lanjutnya, berupaya mengambil peran sebagai salah satu pusat pemikiran atau think tank dalam pengembangan kajian bela negara di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penelitian, penerbitan literatur, penyelenggaraan forum akademik, serta penyusunan instrumen yang dapat mengukur penerapan nilai bela negara secara lebih sistematis.
“Hingga saat ini kami telah menerbitkan 18 buku mengenai bela negara dan dalam waktu dekat akan kembali menerbitkan satu buku lainnya sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan gagasan bela negara nonmiliter,” jelasnya.
Selain memperkuat literatur, UPNVJ telah mengembangkan Indeks Implementasi Bela Negara (IIBN) sebagai instrumen untuk menilai penerapan nilai bela negara di lingkungan perguruan tinggi. Indeks yang diluncurkan pada Desember 2025 tersebut dirancang dengan melibatkan para ahli dari berbagai bidang dan memuat sejumlah dimensi penilaian, termasuk ketahanan ideologi dan kohesi sosial.
Melalui seminar ini, UPNVJ menegaskan komitmennya untuk menjadikan bela negara sebagai karakter yang hidup dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi Prof. Venus, keberhasilan pendidikan bela negara tidak hanya diukur dari pemahaman mahasiswa terhadap konsep kebangsaan, tetapi dari kemampuan mereka menerjemahkan nilai tersebut menjadi tindakan yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi Indonesia.
Sebagai Kampus Bela Negara, UPNVJ menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, ketangguhan, serta kecintaan yang tulus kepada bangsa dan negara.