HumasuPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menyelenggarakan webinar bertajuk “Level Up Your Academic Journey: Peluang Studi & Beasiswa ke Jepang” pada Jumat, 13 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peluang melanjutkan studi serta berbagai program beasiswa yang tersedia di Jepang.
Webinar ini dihadiri oleh Plt. Kepala KUI UPNVJ Bambang Susanto, Ketua LPMPP UPNVJ Satria Yudhia Wijaya, serta Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AKK) UPNVJ Asropi. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa UPNVJ yang memiliki minat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Jepang.
Dalam pengantarnya, Bambang Susanto menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi peluang studi internasional merupakan bagian dari upaya strategis UPNVJ untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Ia juga menjelaskan bahwa UPNVJ telah memiliki kerja sama dengan Ritsumeikan University di Jepang dan diharapkan ke depan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Jepang dapat terus diperluas.
Sementara itu, Asropi menekankan pentingnya pengalaman belajar di tingkat internasional bagi mahasiswa. Menurutnya, studi di luar negeri tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkaya wawasan global, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta memperluas jaringan akademik yang bermanfaat bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan internasional, yaitu Amzul Rifin selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, serta Al Bahits Annef, penerima Beasiswa MEXT yang saat ini menempuh studi magister di Graduate School of International Development, Nagoya University, Jepang.
Dalam pemaparannya, Amzul Rifin menjelaskan sistem pendidikan tinggi di Jepang yang terdiri dari tiga tipe universitas, yakni National Universities yang didanai pemerintah pusat, Public Universities yang didanai pemerintah daerah, serta Private Universities yang dikelola oleh sektor swasta. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Jepang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, menunjukkan tingginya minat mahasiswa Indonesia terhadap kualitas pendidikan dan fasilitas riset di negara tersebut.
Selain itu, Amzul juga memaparkan berbagai sumber pembiayaan studi yang dapat diakses oleh mahasiswa internasional, seperti Beasiswa Pemerintah Jepang (MEXT), skema University to University (U to U), Government to Government (G to G), serta beasiswa lain seperti LPDP, Mitsui Bussan, INPEX, Ajinomoto, dan JASSO. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu melakukan perencanaan yang matang serta membangun komunikasi akademik dengan profesor di universitas tujuan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan peluang diterima.
Pada sesi kedua, Al Bahits Annef membagikan pengalaman pribadi serta strategi praktis dalam mempersiapkan diri untuk studi di Jepang. Ia menjelaskan berbagai tahapan seleksi beasiswa, mulai dari seleksi administrasi, ujian tertulis, wawancara, hingga memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan.
Ia juga menjelaskan fasilitas yang diperoleh penerima Beasiswa MEXT, antara lain pembiayaan penuh biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat pulang-pergi Indonesia–Jepang, serta kemudahan dalam pengurusan visa pelajar. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sejumlah tips kepada calon pendaftar, seperti mempersiapkan sertifikat kemampuan bahasa, menyusun esai motivasi yang kuat, serta merancang rencana penelitian yang jelas dan relevan dengan bidang studi yang diminati.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPNVJ diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peluang studi di Jepang serta termotivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini dalam mengikuti berbagai program studi internasional dan beasiswa yang tersedia. Ke depan, UPNVJ juga berencana untuk terus menyosialisasikan peluang studi luar negeri serta memperluas kerja sama akademik dengan universitas di Jepang guna membuka peluang pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Safirah Hairulnisah | Penyelaras Bahasa: Disa Prihantini