HumasUPNVJ – Dr. Fathinah Ranggauni Hardy, SKM, M.Epid, melaksanakan kunjungan akademik ke tiga perguruan tinggi di Malaysia, yakni Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Teknologi MARA (UiTM), dan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), pada 8–11 April 2026. Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan kesehatan masyarakat. Agenda tersebut juga memperluas jejaring kemitraan UPN “Veteran” Jakarta dengan institusi luar negeri dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi akademik dan penjajakan kerja sama penelitian lintas negara yang menyoroti sejumlah isu strategis, antara lain kesehatan masyarakat, sistem pembiayaan kesehatan, kesehatan ibu dan neonatal, serta penguatan pendekatan berbasis komunitas. Pembahasan ini diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia.
Kunjungan tersebut tidak hanya mempertemukan unsur antaruniversitas, tetapi juga melibatkan komunitas multidisipliner dari beragam latar belakang keilmuan, seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, sosial, dan pengembangan masyarakat. Partisipasi jejaring yang terdiri atas 47 institusi pendidikan di Indonesia menunjukkan kuatnya dukungan terhadap model kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Melalui pertemuan yang turut dihadiri, Assoc. Prof. Say Sok Kwan, Vice President for Administration and Internationalisation, Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), PROFESSOR DR. NOOR HAZLINA AHMAD, Dean school of management (USM) dan Prof. Dr. Ahmad Taufek Abdul Rahman, Rektor Uitm juga membahas peluang pengembangan joint research, publikasi ilmiah internasional, serta program kolaborasi berbasis komunitas yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus mendorong lahirnya solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Dalam forum akademik tersebut, mengemuka pandangan bahwa kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin menjadi kunci untuk memperkuat inovasi dalam pendidikan dan penelitian kesehatan masyarakat. Sinergi antaraktor akademik, komunitas, dan institusi internasional dipandang mampu mempercepat pengembangan pengetahuan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus relevan dengan dinamika global.
Bagi UPNVJ, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat di tingkat global. Langkah ini juga sejalan dengan penguatan tridarma perguruan tinggi yang menempatkan kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan sosial sebagai prioritas utama.
Sebagai dosen FIKES UPNVJ, Dr. Fathinah Ranggauni Hardy selama ini aktif dalam pengembangan bidang kesehatan masyarakat, dan pada 2025 telah meraih gelar doktor, yang semakin memperkuat kapasitas akademiknya dalam membangun kolaborasi riset dan pengembangan keilmuan di tingkat internasional.
Kunjungan akademik ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama internasional antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan multidisipliner dan berbasis komunitas.