Audit Mutu Internal UPNVJ Diperkuat dengan Pendekatan Berbasis Risiko dan Bukti

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) meningkatkan kompetensi auditor melalui kegiatan Peningkatan Pemahaman, Kompetensi, dan Kesamaan Persepsi Auditor Audit Mutu Internal (AMI) di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Jumat (12/6/2026). Menghadirkan Guru Besar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan audit berbasis risiko, bukti, dan dampak. Penguatan tersebut diperlukan agar AMI tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi mampu mendorong peningkatan mutu UPNVJ secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Prof. Wahyu menjelaskan bahwa paradigma audit mutu perguruan tinggi telah mengalami perubahan. Audit tidak lagi sekadar memeriksa keberadaan dokumen atau kesesuaian administratif, tetapi harus menilai efektivitas penerapan standar dan dampaknya terhadap kinerja institusi.

Perubahan paradigma tersebut menuntut auditor memiliki kemampuan analitis yang lebih kuat. Auditor perlu memahami keterkaitan antara standar yang ditetapkan, pelaksanaan program, bukti capaian, serta hasil yang dirasakan mahasiswa dan pemangku kepentingan.

Prof. Wahyu juga menekankan posisi strategis AMI dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan atau PPEPP. Dalam siklus tersebut, auditor berperan memastikan setiap standar tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi dan ditindaklanjuti secara konsisten.

Dengan demikian, auditor tidak semata-mata bertugas menemukan ketidaksesuaian. Auditor menjadi bagian dari sistem evaluasi internal yang memberikan rekomendasi perbaikan dan membantu unit kerja mengidentifikasi peluang peningkatan mutu.

Kegiatan ini turut membahas fungsi AMI sebagai sistem peringatan dini terhadap potensi risiko mutu di tingkat program studi. Risiko tersebut antara lain ketidaksesuaian penerapan kurikulum berbasis luaran atau outcome-based education, lemahnya evaluasi capaian pembelajaran lulusan, serta belum optimalnya penggunaan hasil studi pelacakan alumni atau tracer study sebagai dasar penyempurnaan kurikulum.

Melalui pendekatan berbasis risiko, auditor diharapkan mampu memusatkan pemeriksaan pada bidang yang memiliki tingkat kerawanan dan dampak paling besar terhadap pencapaian standar. Pendekatan ini membuat proses audit lebih tepat sasaran dan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan daftar periksa.

Auditor juga didorong menyusun temuan berdasarkan bukti yang objektif, terukur, dan dapat ditelusuri. Temuan audit perlu dilengkapi analisis akar masalah dan rekomendasi yang realistis agar dapat menghasilkan perbaikan sistemik, bukan sekadar penyelesaian administratif jangka pendek.

Selain penguatan sistem internal, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya keselarasan antara standar nasional dan indikator mutu internasional. Auditor perlu melihat kesiapan program studi dalam memenuhi capaian pembelajaran, melibatkan pemangku kepentingan, mengevaluasi kurikulum, serta menjalankan perbaikan mutu secara berkelanjutan.

Penyamaan persepsi menjadi penting agar seluruh auditor menggunakan standar penilaian dan pemahaman yang selaras. Kesamaan tersebut diharapkan menghasilkan proses audit yang konsisten, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di seluruh unit kerja UPNVJ.

Melalui kegiatan ini, UPNVJ mempertegas komitmennya membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan kebutuhan akreditasi. Auditor AMI diharapkan menjadi agen transformasi yang menjaga kepatuhan terhadap standar sekaligus mendorong inovasi, efektivitas program, dan peningkatan kualitas layanan akademik.

Dari perspektif kebijakan universitas, peningkatan kompetensi auditor merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi. Audit yang dilaksanakan secara objektif dan ditindaklanjuti dengan perbaikan terukur akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kesiapan UPNVJ menuju akreditasi unggul dan internasional.

Kerabat Kerja 
---------------------------------
Penulis: Anisa Triselia | Penyelaras Bahasa: F. Noor

Berita Sebelumnya

Mendiktisaintek Dorong Seleksi Mahasiswa Kedokteran Berbasis Beasiswa Daerah untuk Pemerataan Dokter