FGD UPNVJ dan GBNI Tekankan Tata Kelola, Regenerasi, dan Semangat Bela Negara

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) bekerja sama dengan Gerakan Bela Negara Indonesia (GBNI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan silaturahmi bertema “Memperkuat Tata Kelola di Indonesia melalui Kerja Sama UPNVJ dan GBNI” di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kampus UPNVJ Pondok Labu, Sabtu (18/4/2026). 

Kegiatan ini menjadi forum penguatan jejaring, konsolidasi gagasan, dan peneguhan semangat bela negara dalam mendukung tata kelola bangsa. Peserta hadir dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, baik secara luring maupun daring. Dari 53 undangan yang disampaikan, sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan secara langsung.

Rangkaian acara diawali dengan silaturahmi dalam suasana halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi ruang temu antarpengurus dan peserta untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan nilai-nilai bela negara.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Agung Prabowo selaku panitia pelaksana yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal GBNI. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai wadah bertukar pandangan, menyatukan langkah organisasi, dan memperluas peluang kerja sama strategis antara UPNVJ dan GBNI.

Ketua Harian GBNI Achmad Mansyur dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi, penguatan silaturahmi, serta kejelasan legalitas organisasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan program secara berkelanjutan. Menurutnya, tata kelola organisasi yang tertib dan akuntabel menjadi syarat penting untuk memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Rektor UPNVJ sekaligus Ketua Dewan Pembina GBNI, Prof. Dr. Anter Venus menyampaikan bahwa setiap ikhtiar dalam organisasi akan bernilai keberkahan apabila dilandasi niat baik, ketulusan, dan semangat kebersamaan. 

Prof. Venus menegaskan bahwa semangat bela negara harus mampu menjawab tantangan kebangsaan yang terus berkembang, termasuk ancaman nonmiliter seperti proxy war yang berkaitan dengan ideologi, disinformasi, dan pelemahan persatuan. Dalam konteks tersebut, ia menilai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi fondasi paling relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Ia juga menyoroti bahwa sumber daya manusia yang tergabung dalam GBNI merupakan modal penting bagi bangsa. Selain memiliki kapasitas dan otoritas pada bidangnya masing-masing, anggota GBNI dinilai memiliki jiwa patriotik yang dapat diarahkan menjadi kekuatan sosial untuk mendorong perubahan positif. Karena itu, regenerasi kepemimpinan dipandang perlu terus dibangun agar semangat bela negara dapat diwariskan dan dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang akademik yang tidak hanya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter kebangsaan. Sejalan dengan visi universitas, kolaborasi dengan berbagai elemen strategis seperti GBNI diharapkan dapat memperluas kontribusi kampus dalam membangun tata kelola Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berlandaskan nilai bela negara.

Dari sudut pandang kebijakan universitas, forum ini memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola tidak dapat dilepaskan dari pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kesadaran kebangsaan. Di bawah kepemimpinan Prof. Venus, sinergi antara kampus dan organisasi masyarakat diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus yang berintegritas, adaptif, dan berkomitmen pada kepentingan nasional.

Berita Sebelumnya

S2 Ilmu Politik UPNVJ Tawarkan Kajian Demokrasi Transformatif, Politik Digital, dan Politik Kewargaan

Berita Selanjutnya

UPNVJ Perkuat Inovasi Maritim, KSM Jalasatva Rutin Uji Coba Kapal Electric Remote Control