HumasUPNVJ – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta atau UPNVJ resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui jalur Seleksi Mandiri Program Magister. Pendaftaran dibuka secara daring mulai 2 April 2026 pukul 15.00 WIB hingga 19 Mei 2026 pukul 13.00 WIB melalui laman resmi penerimaan mahasiswa baru UPNVJ. Program ini menawarkan empat konsentrasi unggulan untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan masyarakat yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat.
Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister FIKes UPNVJ, Dr. Apriningsih, S.KM., M.K.M., mengatakan program ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin kesehatan masyarakat yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian. Nama dan jabatan Dr. Apriningsih tercatat dalam struktur organisasi resmi FIKes UPNVJ sebagai Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister.
“Sebagai Kampus Bela Negara, kami mendidik calon pemimpin kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian nyata kepada masyarakat dan bangsa,” ujar Apriningsih dalam podcast promosi Program Magister Kesehatan Masyarakat FIKes UPNVJ.
Menurut Apriningsih, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UPNVJ memiliki visi menjadi program studi yang unggul, inovatif, berdaya saing internasional, serta beridentitas bela negara. Visi tersebut diarahkan pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Empat konsentrasi yang ditawarkan meliputi Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kesehatan Reproduksi, serta Gizi Kesehatan Masyarakat. Keempat konsentrasi tersebut dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja, perkembangan kebijakan kesehatan, serta tantangan kesehatan publik yang semakin kompleks.
“Semua konsentrasi diampu oleh dosen yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya masing-masing,” kata Apriningsih.
Selain pilihan konsentrasi, Program Magister Kesehatan Masyarakat UPNVJ juga menyiapkan tujuh profil lulusan. Lulusan program ini diarahkan untuk berperan sebagai manajer kesehatan, peneliti, pendidik, komunikator kesehatan, konsultan kesehatan masyarakat, serta profesional yang mampu bekerja dalam lingkup nasional dan internasional.
UPNVJ juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui jejaring kerja sama dengan lebih dari 18 mitra aktif, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Mitra tersebut mencakup sejumlah institusi kesehatan dan pendidikan, antara lain RSPAD Gatot Soebroto, RSJPD Harapan Kita, Universiti Teknologi MARA, dan Universiti Sains Malaysia. Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam memperluas pengalaman akademik, riset, dan praktik mahasiswa.
Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Program Magister Kesehatan Masyarakat UPNVJ menjadi salah satu dari sembilan program magister yang ditawarkan UPNVJ melalui jalur Seleksi Mandiri. Berdasarkan informasi resmi UPNVJ, daya tampung Program Magister Kesehatan Masyarakat tahun 2026 sebanyak 20 mahasiswa.
Seleksi dilakukan melalui Computer Based Test (CBT) berupa studi kasus dan wawancara daring melalui Zoom. Biaya pendaftaran sebesar Rp750.000, sedangkan biaya kuliah ditetapkan Rp12 juta per semester. Program ini juga menyediakan jadwal perkuliahan sore dan akhir pekan untuk mengakomodasi mahasiswa yang telah bekerja.
“Kelas reguler sore hari sangat memungkinkan untuk diikuti sambil tetap menjalani aktivitas kerja,” ujar Apriningsih.
Pembukaan pendaftaran Program Magister Kesehatan Masyarakat FIKes UPNVJ mempertegas komitmen UPNVJ dalam memperluas akses pendidikan pascasarjana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dari perspektif kepemimpinan universitas, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, dalam mendorong pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan bangsa melalui penguatan sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.