SI-AMI UPNVJ Perkuat Audit Mutu Internal Berbasis Transformasi Digital

Warek Bidang Akademik UPNVJ Tekankan Budaya Mutu sebagai Cara Hidup dalam Peluncuran SI-AMI

*HumasUPNVJ* – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dr. Henry Binsar Hamonangan Sitorus, S.T., M.T., menegaskan bahwa budaya mutu tidak dapat dibangun secara instan. Menurutnya, budaya mutu harus menjadi pola hidup yang dijalankan secara konsisten, berkelanjutan, dan berbasis data oleh seluruh sivitas akademika. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Launching Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SI-AMI) UPNVJ yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan yang dimoderatori Kepala LPMPP UPNVJ, Satria Yudhia W., S.E., M.S.Ak., tersebut menjadi bagian dari upaya UPNVJ memperkuat tata kelola penjaminan mutu melalui transformasi digital. Peluncuran SI-AMI diharapkan mampu menghadirkan sistem audit mutu internal yang lebih terintegrasi, efektif, adaptif, dan mudah dipantau oleh unit kerja, program studi, fakultas, hingga pimpinan universitas.

Dalam pemaparannya, Dr. Henry menjelaskan bahwa mutu perguruan tinggi dibangun melalui keterkaitan yang kuat antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Ia menyebut SPMI sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas institusi, sedangkan SPME menjadi cermin yang memperlihatkan hasil proses internal tersebut kepada publik.

“Mutu dibangun dari dalam melalui SPMI, dibuktikan ke dunia luar melalui SPME. Keduanya tidak terpisahkan,” ujar Dr. Henry.
Ia menekankan bahwa implementasi SPMI harus hidup dalam aktivitas akademik dan tata kelola harian. Siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan atau PPEPP, menurutnya, perlu diterapkan secara sungguh-sungguh di setiap unit kerja, program studi, dan fakultas.

“Ketika SPMI berjalan sungguh-sungguh, hasil akreditasi yang baik bukan lagi sesuatu yang kita kejar, tetapi menjadi konsekuensi alamiah,” jelasnya.

Dr. Henry juga menyoroti berbagai bentuk penilaian eksternal, mulai dari akreditasi BAN-PT, Instrumen Akreditasi Program Studi 5.0 atau IAPS 5.0, akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri, hingga akreditasi internasional. Menurutnya, seluruh penilaian tersebut pada dasarnya merupakan refleksi dari mutu yang terlebih dahulu dibangun dari dalam institusi.

“SPME adalah cermin. Ia memperlihatkan kepada dunia sejauh mana institusi kita telah berkembang. Yang menentukan wajah di cermin adalah SPMI,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan utama sistem penjaminan mutu bukan semata-mata mengejar akreditasi, melainkan mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan, berdampak, dan berdaya saing. Karena itu, perbaikan berkelanjutan perlu menjadi bagian dari budaya kerja seluruh unsur di lingkungan UPNVJ.

Menurut Dr. Henry, budaya mutu bukan hanya tanggung jawab satu unit tertentu. Mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, LPMPP, hingga pimpinan universitas memiliki peran masing-masing dalam menjaga dan meningkatkan mutu institusi.

Mahasiswa, misalnya, diharapkan aktif memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan layanan akademik. Sementara itu, program studi dan fakultas bertanggung jawab mengelola, mengevaluasi, serta meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan berdasarkan data dan standar pendidikan tinggi.

Peluncuran SI-AMI menjadi langkah strategis UPNVJ dalam memperkuat proses audit mutu internal secara digital. Melalui sistem ini, proses dokumentasi, pemantauan, evaluasi, hingga tindak lanjut hasil audit diharapkan dapat berjalan lebih sistematis dan transparan.

Berita Sebelumnya

UPNVJ Resmi Luncurkan SI-AMI untuk Perkuat Audit Mutu Internal Berbasis Digital

Berita Selanjutnya

Kapus AMI UPNVJ Paparkan Arah Kebijakan AMI 2026: UPNVJ Perkuat Budaya Mutu Berbasis Data