HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Universitas Mataram (Unram), dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memperkuat langkah strategis untuk membawa susu kuda liar Sumbawa ke pasar internasional. Upaya tersebut ditandai melalui pertemuan dan pembahasan kerja sama Sister Province antara NTB dan Karaganda, Kazakhstan, di Kantor Gubernur NTB, Selasa (2/6/2026). Pertemuan ini melibatkan Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., serta Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov. Kolaborasi lintas negara ini diarahkan untuk memperkuat produktivitas, mutu, dan hilirisasi produk unggulan Sumbawa agar memiliki daya saing global.
Susu kuda liar Sumbawa selama ini dikenal sebagai salah satu produk khas NTB yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan potensi kesehatan. Melalui kerja sama ini, komoditas lokal tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai produk tradisional, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui sentuhan riset, teknologi, dan standardisasi mutu.
Fokus utama kolaborasi NTB dan Karaganda adalah modernisasi pengelolaan kuda khas Sumbawa, khususnya dalam pengembangan produk turunan susu. Karaganda dipilih sebagai mitra karena Kazakhstan memiliki tradisi kuat dalam pengelolaan kuda dan pemanfaatan produk berbasis susu kuda. Transfer pengetahuan dan teknologi dari Kazakhstan diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas produk lokal agar memenuhi standar konsumsi dan distribusi internasional.
Ada dua inovasi utama yang menjadi perhatian dalam kerja sama tersebut. Pertama, peningkatan kualitas susu kuda liar Sumbawa melalui proses pemanenan, pengolahan, dan penyimpanan yang lebih higienis. Langkah ini penting untuk menjaga kemurnian produk, meningkatkan keamanan konsumsi, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap mutu susu kuda liar Sumbawa.
Kedua, pengembangan teknologi pengolahan susu kuda liar menjadi serbuk susu atau milk powder. Inovasi ini dinilai strategis karena dapat memperpanjang daya simpan, mempermudah distribusi, dan membuka peluang ekspor ke pasar yang lebih luas. Dengan bentuk serbuk, susu kuda liar Sumbawa berpotensi menjangkau konsumen lintas wilayah tanpa kehilangan nilai manfaat dan karakter khasnya sebagai produk unggulan daerah.
“Kerja sama ini menjadi jembatan agar mutiara terpendam dari Pulau Sumbawa bisa naik kelas, memiliki daya saing tinggi, dan diakui di panggung global,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
UPNVJ mengambil peran penting dalam pengawalan ilmiah program ini melalui Fakultas Ilmu Kesehatan. Para akademisi dan peneliti UPNVJ akan berkontribusi dalam riset pengolahan kualitas susu, pengujian manfaat dan keamanan produk, serta penyusunan standardisasi mutu sebelum produk dikembangkan lebih luas. Peran kampus menjadi krusial agar proses hilirisasi tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga berbasis bukti ilmiah dan perlindungan konsumen.
Keterlibatan Unram dan Pemprov NTB memperkuat dimensi lokal dari kerja sama ini. Unram memiliki kedekatan akademik dan geografis dengan potensi peternakan NTB, sementara Pemprov NTB berperan dalam mendorong kebijakan, fasilitasi kerja sama, dan penguatan ekosistem ekonomi daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka manfaat langsung bagi peternak, pelaku UMKM, komunitas lokal, dan masyarakat Sumbawa.
Program adaptasi teknologi ini juga diproyeksikan menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi lokal lainnya di Pulau Sumbawa, termasuk produk berbasis susu kerbau liar. Dengan pendekatan riset, teknologi, dan kolaborasi internasional, NTB memiliki peluang untuk memperluas portofolio produk unggulan daerah yang dapat bersaing di tingkat global.
Bagi UPNVJ, keterlibatan dalam kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., kampus terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara sebagai wujud kontribusi nyata dalam hilirisasi riset, pemberdayaan daerah, dan penguatan daya saing Indonesia di kancah internasional.