Indonesian Brain Forum 2026 UPNVJ Dorong Neurosains untuk Masa Depan Indonesia

WhatsApp_Image_2026-08-04_at_16.38.29.jpeg

HumasUPNVJ – Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan Indonesian Brain Forum 2026 di Gedung Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran UPNVJ, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Forum lintas disiplin ini membahas pemanfaatan neurosains untuk memperkuat pendidikan, kepemimpinan, inovasi, kesehatan, dan kebijakan publik sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Mengusung tema “Brain and the Future of Indonesia: Bagaimana Neurosains Membentuk Pendidikan, Kepemimpinan, Inovasi, dan Peradaban Indonesia”, kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat. Forum ini juga dirangkaikan dengan bedah buku The 7 Laws of the Brain serta peresmian Library & Brain Mini Museum (LibMuse) Fakultas Kedokteran UPNVJ.

Sejumlah tokoh nasional dari berbagai bidang hadir sebagai narasumber, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Ph.D.; Rocky Gerung; pakar bedah saraf Dr. dr. Asra Al Fauzi; Dekan Fakultas Kedokteran UPNVJ Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak, M.Kes., M.Pd.I., S.H., M.H., CIPA; serta Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto.

Kehadiran para narasumber lintas bidang tersebut memperluas pembahasan neurosains, tidak hanya dari perspektif kedokteran dan kesehatan, tetapi juga filsafat, pendidikan, kepemimpinan, pengambilan keputusan, inovasi, hingga perumusan kebijakan publik berbasis bukti ilmiah.

Membuka kegiatan, Rektor UPNVJ Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk menjawab persoalan bangsa melalui kolaborasi antardisiplin.

“Neurosains tidak lagi hanya menjadi ranah ilmu kedokteran, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam memahami bagaimana manusia belajar, memimpin, mengambil keputusan, hingga membangun peradaban,” kata Prof. Anter Venus.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ruang dialog ilmiah yang menghubungkan perkembangan sains dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan ruang dialog ilmiah yang menghubungkan sains dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional,” ujarnya.

Prof. Anter menjelaskan bahwa pemahaman mengenai cara kerja otak dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran, pembentukan karakter, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta peningkatan kualitas pengambilan keputusan.

Karena itu, kajian neurosains perlu dikembangkan melalui pendekatan multidisiplin agar hasil penelitian dan inovasinya dapat diterapkan secara lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

Rektor juga menegaskan komitmen UPNVJ untuk terus memperkuat budaya riset dan inovasi yang berorientasi pada kebermanfaatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem akademik yang kolaboratif, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Langkah itu sejalan dengan arah transformasi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara yang unggul, inovatif, dan mampu menghasilkan kontribusi nyata pada tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UPNVJ Dr. dr. Taufiq Fredrik Pasiak mengatakan Indonesian Brain Forum dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, pengambil kebijakan, dan masyarakat dalam memperluas pemahaman mengenai perkembangan ilmu otak.

“Kami berharap Indonesian Brain Forum menjadi ruang kolaborasi yang mampu melahirkan gagasan, riset, serta inovasi baru di bidang neurosains,” ujar Taufiq.

Ia menambahkan, Fakultas Kedokteran UPNVJ berkomitmen mengembangkan pendidikan dan penelitian yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Perkembangan kajian tentang otak, menurut Taufiq, telah membuka peluang untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan, mulai dari proses belajar, kesehatan mental, kreativitas, pembentukan karakter, kepemimpinan, hingga penyusunan kebijakan publik.

Pemanfaatannya membutuhkan kerja sama lintas bidang karena persoalan manusia dan pembangunan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu pendekatan keilmuan.

Diskusi dalam Indonesian Brain Forum 2026 membahas cara kerja otak dalam memengaruhi proses belajar, kreativitas, perilaku, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Para peserta juga memperoleh perspektif mengenai hubungan antara neurosains, pendidikan, kesehatan, filsafat, dan pembentukan peradaban.

Interaksi antara narasumber dan peserta memperkuat pemahaman bahwa neurosains mempunyai potensi besar untuk mendukung penyusunan strategi pembangunan manusia yang lebih tepat, adaptif, dan berbasis bukti ilmiah.

Selain diskusi ilmiah, kegiatan ini menjadi momentum peresmian Library & Brain Mini Museum atau LibMuse Fakultas Kedokteran UPNVJ. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai pusat pembelajaran dan literasi neurosains bagi mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

LibMuse diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengetahuan mengenai struktur dan fungsi otak melalui pendekatan edukatif yang interaktif. Kehadirannya juga mendukung pembelajaran kedokteran, pengembangan penelitian, dan diseminasi pengetahuan neurosains kepada publik.

Melalui Indonesian Brain Forum 2026 dan pengembangan LibMuse, Fakultas Kedokteran UPNVJ berupaya memperkuat jejaring kolaborasi nasional dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi neurosains.

Prof. Anter Venus menilai inisiatif tersebut mencerminkan arah pengembangan pendidikan tinggi yang tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi bergerak menuju penciptaan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan perspektif kemanusiaan harus terus diperkuat agar perguruan tinggi mampu menghasilkan solusi atas persoalan pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, dan pembangunan bangsa.

Penyelenggaraan Indonesian Brain Forum 2026 sekaligus menegaskan komitmen UPNVJ untuk mengembangkan ekosistem keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan serta menempatkan riset dan inovasi sebagai bagian penting dalam membangun Indonesia yang maju, sehat, dan berdaya saing.

Berita Sebelumnya

UPNVJ Jelaskan Gangguan SIAKAD dan Insiden Keamanan LeADS, Pemulihan Sistem Dilakukan Bertahap

Berita Selanjutnya

Rocky Gerung Soroti Nalar Kritis dalam Indonesian Brain Forum 2026 UPNVJ