HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) memperkuat pengembangan keterampilan mahasiswa melalui program Prospektiv 2026 dengan menghadirkan materi Creativity, Entrepreneurship, and Collaboration. Materi yang menekankan pentingnya kreativitas, kewirausahaan, dan kolaborasi tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Amrie Firmansyah, M.M., M.Ak., M.E., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPNVJ. Pemaparan berlangsung dalam proses produksi video pembelajaran Prospektiv 2026 di Studio Humas UPNVJ, Rabu (21/10/2026), sebagai bagian dari upaya membekali mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Amrie menjelaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan nyata. Perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, dan dinamika dunia kerja menuntut mahasiswa memiliki pola pikir adaptif, keberanian mengambil inisiatif, serta kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.
Menurutnya, kreativitas, kewirausahaan, dan kolaborasi merupakan tiga kompetensi yang saling melengkapi. Kreativitas membantu mahasiswa menemukan gagasan dan solusi, kewirausahaan mendorong kemampuan mengubah peluang menjadi sesuatu yang bernilai, sedangkan kolaborasi memungkinkan berbagai keahlian dan sumber daya dipadukan untuk mencapai tujuan bersama.
“Kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang baru, tetapi juga kemampuan melihat persoalan dari sudut pandang berbeda dan menemukan solusi yang lebih baik. Mahasiswa perlu membiasakan diri berpikir kritis, berani mencoba, serta terus memperbaiki gagasan agar mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Prof. Amrie.
Ia menegaskan bahwa kreativitas bukan kemampuan yang terbatas pada individu dengan bakat seni. Kompetensi tersebut dapat dikembangkan melalui kebiasaan mengidentifikasi masalah, mempertanyakan asumsi, menyusun alternatif penyelesaian, dan mengevaluasi hasilnya.
Sebagai contoh, mahasiswa dapat menerapkan kreativitas untuk mengatasi antrean layanan administrasi kampus. Solusi yang ditawarkan tidak harus menggunakan teknologi rumit, tetapi dapat dimulai dari penyederhanaan prosedur, penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami, hingga pengembangan layanan digital yang efisien.
Bangun Pola Pikir Kewirausahaan Sejak Kuliah
Selain kreativitas, Prof. Amrie menyoroti pentingnya pengembangan pola pikir kewirausahaan atau entrepreneurial mindset. Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan pendirian usaha dan pencarian keuntungan, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali kebutuhan, mengelola sumber daya, mengambil keputusan, serta menciptakan nilai ekonomi maupun sosial.
Mahasiswa dapat mengasah kemampuan tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti mengembangkan jasa kreatif, membuka kelas berbagi keterampilan, membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), atau merancang program sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Jiwa kewirausahaan dapat dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. Tidak harus dimulai dengan modal besar atau mendirikan perusahaan. Hal terpenting adalah kepekaan melihat kebutuhan, keberanian mengambil inisiatif, serta kemampuan mengubah ide menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Prof. Amrie menambahkan bahwa keberanian mengambil risiko harus disertai perencanaan dan pertimbangan yang matang. Gagasan dapat diuji melalui kegiatan berskala kecil dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia, kemudian dievaluasi untuk mengetahui manfaat dan peluang pengembangannya.
Pendekatan tersebut diharapkan membentuk mahasiswa yang tidak hanya mampu menghasilkan ide, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjalankan dan mengembangkan gagasannya.
Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Menghasilkan Solusi
Pada aspek kolaborasi, Prof. Amrie menekankan bahwa kemampuan bekerja sama menjadi semakin penting ketika mahasiswa menghadapi persoalan yang membutuhkan beragam perspektif keilmuan.
Kolaborasi yang efektif, menurutnya, tidak cukup dilakukan melalui pembagian tugas kelompok. Setiap anggota perlu memahami tujuan bersama, menjalankan peran secara bertanggung jawab, membangun komunikasi terbuka, serta menghargai perbedaan pendapat.
“Kolaborasi yang baik bukan sekadar bekerja dalam satu kelompok, melainkan bagaimana setiap individu mampu memberikan kontribusi, saling mendengarkan, dan menyatukan berbagai perspektif. Perbedaan latar belakang keilmuan justru dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan berdampak,” ungkapnya.
Untuk menggambarkan keterkaitan ketiga kompetensi tersebut, Prof. Amrie mengangkat persoalan sampah sekali pakai di lingkungan kampus. Mahasiswa dapat menggunakan kreativitas untuk mengidentifikasi penyebab masalah, menerapkan pola pikir kewirausahaan dalam mengembangkan alternatif yang bernilai, serta membangun kolaborasi dengan pengelola kantin, petugas kebersihan, dan unit terkait.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong memahami bahwa penyelesaian masalah membutuhkan tahapan yang terukur, mulai dari pengamatan, perumusan gagasan, pelaksanaan uji coba, hingga evaluasi dampak. Keberhasilan tidak semata-mata dinilai dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan.
Prof. Amrie turut mengajak mahasiswa mengembangkan student agency, yakni kemampuan mengambil inisiatif dan berperan aktif dalam menentukan tindakan serta menciptakan perubahan secara bertanggung jawab.
“Perubahan besar tidak selalu dimulai dari gagasan yang besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, disertai kemauan belajar dan bekerja sama, dapat menghasilkan dampak yang berarti. Karena itu, mahasiswa harus berani memulai dari persoalan yang ada di sekitarnya,” pesannya.
Melalui Prospektiv 2026, UPNVJ menempatkan pengembangan kreativitas, kewirausahaan, dan kolaborasi sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di luar pembelajaran akademik. Materi yang dikemas dalam video pembelajaran ini diharapkan membantu mahasiswa memahami sekaligus menerapkan ketiga keterampilan tersebut dalam aktivitas perkuliahan, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.