HumasUPNVJ – Forum Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (FKLPPM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat menggelar rapat koordinasi strategis di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Senin (21/4/2026). Kegiatan ini dihadiri 24 ketua LPPM perguruan tinggi negeri dari wilayah Barat Indonesia untuk memperkuat sinergi riset dan pengabdian kepada masyarakat. Forum tersebut difokuskan pada penyusunan arah kolaborasi yang lebih terstruktur, relevan, dan berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Melalui pertemuan ini, UPNVJ menegaskan komitmennya sebagai tuan rumah dalam mendorong ekosistem riset kolaboratif antarkampus.
Agenda utama rapat meliputi penyusunan pedoman hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kolaborasi BKS-PTN Wilayah Barat, serta evaluasi terhadap kebijakan pendanaan riset tahun 2026. Pembahasan ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola program bersama, memperjelas arah prioritas, dan memastikan skema kolaborasi antarlembaga berjalan lebih efektif.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi negeri menjadi kebutuhan strategis di tengah persaingan global yang semakin ketat. Menurut dia, sinergi tersebut penting untuk memperkuat capaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi sekaligus mengakselerasi implementasi kampus berdampak.
“Sebagai tuan rumah, UPNVJ berkomitmen memfasilitasi terciptanya ekosistem riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi PTN BKS Barat ini akan menjadi kekuatan besar bagi inovasi Indonesia,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini juga menghadirkan sesi audiensi langsung dengan pimpinan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, yang diwakili Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., selaku Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Audiensi dimanfaatkan para pimpinan LPPM untuk menyampaikan evaluasi kolektif secara konstruktif atas hasil pengumuman pendanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2026 yang baru dirilis.
Melalui forum tersebut, para peserta tidak hanya membahas aspek teknis pendanaan, tetapi juga menyoroti perlunya penyelarasan kebijakan, penguatan kualitas proposal, pemerataan peluang pendanaan, serta dorongan terhadap luaran riset yang lebih aplikatif. Kolaborasi antarkampus dipandang menjadi salah satu jalan strategis untuk memperluas kapasitas kelembagaan, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan riil di masyarakat.
Bagi UPNVJ, penyelenggaraan rapat koordinasi ini menjadi bagian dari peran aktif perguruan tinggi dalam mempertemukan gagasan, kepentingan, dan potensi kolaborasi di antara PTN Wilayah Barat. Forum semacam ini juga memperlihatkan bahwa penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan jejaring kerja sama yang solid, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Barat Indonesia. Dari sudut pandang pimpinan universitas, langkah bersama ini penting untuk memastikan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga kebijakan, inovasi, dan program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan bangsa. UPNVJ memandang sinergi antarlembaga sebagai fondasi penting untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan semakin berdampak bagi masyarakat luas.