48 Dosen UPNVJ Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi BNSP

HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak 19 hingga 23 Mei 2026 ini, diikuti oleh 48 peserta yang seluruhnya merupakan dosen UPNVJ. Para peserta berasal dari 24 skema sertifikasi yang akan mendukung penguatan pelaksanaan uji kompetensi di lingkungan UPNVJ.

Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Layanan Uji Kompetensi UPNVJ, Dr. Kusumajanti, S.Sos., dalam laporan kegiatan yang disampaikan dalam acara Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor Kompetensi (19/5/2026) menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi calon asesor ini menghadirkan tiga master asesor, yakni Tati Hendarti, M.A., Mesra Betty Yel, dan Rr. Bernadetha RH Meindrati.

Menurut Kusumajanti, dari total 48 peserta yang mengikuti kegiatan ini, terdapat 24 skema sertifikasi yang disiapkan. Beberapa di antaranya merupakan skema lama yang kembali diperkuat karena kebutuhan asesor yang masih perlu ditambah.

“Ada skema yang lama, namun karena jumlah asesor masih kurang, maka kami tambahkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Rektor UPNVJ dalam membekali lulusan dengan sertifikasi kompetensi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan adanya asesor yang memadai, proses sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Rektor UPNVJ Prof. Anter Venus yang turut hadir dalam acara pembukaan menegaskan bahwa UPNVJ memiliki komitmen kuat agar seluruh lulusan memiliki kualitas dan kompetensi yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga pengakuan atas kemampuan profesional yang dapat dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“Kita ingin lulusan UPNVJ menjadi lulusan yang unggul, berdaya saing internasional, dan benar-benar menguasai kompetensi,” ujar Prof. Venus.

Rektor juga menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teori dan praktik dalam proses pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa ilmu yang dipelajari mahasiswa tidak boleh berhenti pada pemahaman konseptual semata, tetapi harus dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat dan dunia kerja.

“Saya mau pastikan bahwa di UPNVJ mahasiswa diajarkan teori dan praktiknya. Ilmu dipelajari bukan hanya untuk ilmu, tetapi untuk menyelesaikan masalah, dan itu membutuhkan kompetensi,” tegasnya.

Setelah memberikan sambutan, Prof. Venus menyerahkan cendera mata kepada Kepala Sekretariat BNSP, Moh. Amir Syarifuddin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan singkat dari Kepala Sekretariat BNSP mengenai pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi calon asesor.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta selanjutnya mendapatkan pelatihan langsung dari para master asesor. Pelatihan ini menjadi tahapan penting bagi para dosen UPNVJ untuk memperoleh pemahaman, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi sesuai standar BNSP.

Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi calon asesor ini, UPNVJ berharap dapat memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi di lingkungan kampus. Keberadaan asesor yang kompeten di berbagai skema sertifikasi diharapkan mampu mendukung terciptanya lulusan yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga terampil, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Berita Sebelumnya

Kisah Nila, Lulusan Cum Laude UPNVJ yang Pernah Hampir Berhenti Kuliah

Berita Selanjutnya

Rektor UPNVJ Tekankan Pentingnya Sea Power dalam Seminar Blokade Selat Hormuz