HumasUPNVJ — Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPNVJ berpartisipasi dalam gerakan penanaman 500 bibit pohon mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Forum LPPM Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Barat), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta masyarakat setempat. Sebanyak 10 mahasiswa UPNVJ turut terlibat langsung bersama warga Pulau Pari dalam proses penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Gerakan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan secara serentak oleh sejumlah perguruan tinggi anggota BKS-PTN Barat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus penguatan kolaborasi antara universitas, mahasiswa, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, SDG 14 tentang ekosistem laut, SDG 15 tentang ekosistem daratan, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Firlia, dosen UPNVJ sekaligus anggota tim penelitian yang mewakili Ketua LPPM UPNVJ, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara LPPM dan BEM UPNVJ serta bagian dari gerakan bersama Forum LPPM BKS-PTN Barat.
“Hari ini kami melaksanakan penanaman mangrove bersama BEM UPNVJ. Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi dengan Forum LPPM BKS-PTN Barat,” ujar Firlia.
Menurutnya, kegiatan bermula dari inisiatif Forum LPPM BKS-PTN Barat untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada saat yang sama, BEM UPNVJ telah memiliki rencana untuk menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon di Pulau Pari.
“Setelah melalui diskusi, kegiatan BEM UPNVJ kemudian digabungkan dengan agenda BKS-PTN Barat. Penanaman dilakukan secara serentak oleh sejumlah universitas anggota, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Samudra di Langsa, Aceh, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Banten,” jelasnya.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang secara berkelanjutan oleh UPNVJ.
Firlia mengungkapkan bahwa beberapa bulan sebelumnya, LPPM dan BEM UPNVJ telah melakukan kunjungan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk membahas penyusunan nota kesepahaman terkait pelaksanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi.
“Penanaman hari ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. BEM UPNVJ bersama dosen juga telah memperoleh pendanaan dari LPPM untuk melaksanakan program pengabdian di Pulau Pari pada tahun ini,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, UPNVJ merencanakan kegiatan penanaman pohon lanjutan pada Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa akan menanam pohon cemara laut yang memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir dari terpaan angin dan abrasi.
Selain penanaman pohon, program pengabdian juga akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dan penyusunan rekomendasi kebijakan atau policy brief. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta berbagai unsur akademik lainnya.
Program ini diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan tim dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan warga Pulau Pari.
Pertemuan dengan masyarakat setempat memperlihatkan bahwa Pulau Pari membutuhkan lebih banyak program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan tersebut dinilai rentan mengalami abrasi sehingga membutuhkan penanaman vegetasi pesisir yang lebih masif.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mengurangi dampak gelombang dan abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta membantu menyerap karbon dari atmosfer.
Firlia berharap keterlibatan mahasiswa dan dosen UPNVJ tidak hanya memberikan dampak terhadap pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Pulau Pari.
“Masyarakat di Pulau Pari sangat membutuhkan program pemberdayaan. Wilayah ini juga rentan terhadap abrasi sehingga membutuhkan banyak pohon untuk melindungi pulau. Kami berharap kegiatan mahasiswa dan dosen UPNVJ di Pulau Pari dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” pungkasnya.