HumasUPNVJ – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola keuangan organisasi secara transparan, tertib, dan akuntabel melalui Pelatihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (PKMM) 2026. Pembekalan bertajuk “Manajemen Administrasi Keuangan” tersebut berlangsung di Gedung Merce, Kampus UPNVJ Limo, Depok, Rabu (10/6/2026), sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan.
Materi disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Keuangan UPNVJ, Endang Mariyani didampingi Staf Keuangan, Faisal. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengelolaan administrasi keuangan organisasi, mulai dari penyusunan anggaran, pengajuan dan penggunaan dana, pencatatan transaksi, kelengkapan dokumen, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Pembekalan tersebut diperlukan karena pengelolaan keuangan menjadi salah satu unsur penting dalam keberhasilan program organisasi mahasiswa. Setiap penggunaan anggaran harus direncanakan berdasarkan kebutuhan kegiatan, dilaksanakan sesuai ketentuan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota organisasi dan universitas.
Endang menjelaskan bahwa administrasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang profesional, berintegritas, dan dapat dipercaya.
Karena itu, pengurus organisasi mahasiswa perlu memahami seluruh proses administrasi keuangan sebelum melaksanakan program kerja. Perencanaan yang baik dapat membantu organisasi menentukan prioritas kegiatan, memperkirakan kebutuhan anggaran, serta menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur administrasi keuangan yang berlaku di lingkungan UPNVJ. Prosedur tersebut mencakup tata cara pengajuan anggaran, penyiapan dokumen pendukung, penggunaan dana sesuai peruntukan, serta penyampaian laporan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Kelengkapan dokumen menjadi perhatian penting karena setiap transaksi harus didukung bukti yang sah dan relevan. Pencatatan yang tertib akan memudahkan proses pemeriksaan, evaluasi, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban organisasi.
Selain ketertiban administrasi, transparansi diperlukan untuk memastikan seluruh anggota organisasi mengetahui tujuan dan penggunaan anggaran. Keterbukaan informasi keuangan dapat mengurangi risiko kesalahpahaman, mencegah penggunaan dana yang tidak sesuai, dan memperkuat kepercayaan terhadap pengurus organisasi.
Prinsip akuntabilitas juga mengharuskan setiap pengelola kegiatan mampu menjelaskan keputusan dan penggunaan anggaran secara jelas. Pertanggungjawaban tidak hanya dilakukan setelah program selesai, tetapi harus diterapkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mampu menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga memastikan setiap program memiliki perencanaan anggaran yang realistis, prosedur penggunaan dana yang tepat, serta laporan yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterampilan pengelolaan keuangan juga memiliki manfaat jangka panjang bagi mahasiswa. Pengalaman menyusun anggaran, mengelola dokumen, dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja maupun terlibat dalam pengelolaan organisasi di tengah masyarakat.
Kehadiran materi Manajemen Administrasi Keuangan dalam PKMM 2026 menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan mahasiswa perlu disertai dengan penguatan kemampuan teknis. Seorang pemimpin organisasi tidak hanya dituntut memiliki gagasan dan kemampuan komunikasi, tetapi juga harus mampu mengelola sumber daya organisasi secara bertanggung jawab.
Pelatihan ini sekaligus menjadi upaya UPNVJ dalam mencegah terjadinya kesalahan administrasi dan penggunaan anggaran yang tidak sesuai ketentuan. Dengan memahami prosedur sejak awal, organisasi mahasiswa diharapkan dapat melaksanakan program secara lebih terarah, tepat sasaran, dan terukur.
UPNVJ mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi masing-masing. Penerapannya dapat dimulai dengan menyusun rencana anggaran secara rinci, menetapkan penanggung jawab keuangan, melakukan pencatatan secara berkala, serta mengevaluasi penggunaan dana setelah kegiatan selesai.
Melalui PKMM 2026, UPNVJ menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga menjunjung transparansi, integritas, dan tanggung jawab. Penguatan tersebut diharapkan melahirkan organisasi kemahasiswaan yang profesional, tertib administrasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus serta masyarakat.