Bawa Semangat Bela Negara ke Malaysia, UPNVJ Perkuat Akuntabilitas UMKM Kelantan

HumasUPNVJ – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mengaktualisasikan nilai Bela Negara melalui pengabdian kepada masyarakat lintas negara. Berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Kelantan, Malaysia, tim Akuntansi UPNVJ memberikan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis model spreadsheet kepada 19 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelantan, Malaysia, Senin (17/8/2026). Program ini diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas, literasi keuangan, dan keberlanjutan usaha melalui pencatatan transaksi yang lebih sistematis.

Program pengabdian kepada masyarakat internasional tersebut mengusung tema “An Accounting Spreadsheet Model as a Tool for Enhancing the Accountability and Sustainability of MSMEs in Malaysia”. Kegiatan menjadi bagian dari Kolaborasi PKM Internasional (KPI) 2026 yang mempertemukan keahlian akademisi UPNVJ dan UiTM Cawangan Kelantan untuk menjawab kebutuhan praktis pelaku usaha.

Pelaksanaan program pada momentum kemerdekaan sekaligus memberi makna khusus bagi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara. Nilai Bela Negara diterjemahkan melalui kontribusi keilmuan yang dapat membantu masyarakat meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonominya.

Ketua Tim Kolaborasi PKM Internasional 2026 UPNVJ, Prof. Dr. Dianwicaksih Arieftiara, S.E., Ak., M.Ak., CA., CSRS., mengatakan perguruan tinggi memiliki ruang yang luas untuk memaknai kemerdekaan melalui karya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kemerdekaan tidak hanya kita peringati melalui seremoni, tetapi juga melalui karya dan kontribusi nyata. Bagi UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara, pengabdian berbasis keilmuan merupakan salah satu cara kami menerjemahkan nilai Bela Negara pada masa kini. Melalui kolaborasi dengan UiTM Cawangan Kelantan, kami ingin ilmu akuntansi yang kami miliki memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Malaysia,” ujar Dianwicaksih.

Program dibuka oleh Timbalan Rektor Hal Ehwal Akademik UiTM Cawangan Kelantan, Prof. Madya Dr. Mohd Nasir Ismail. Kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menerapkan sistem pencatatan keuangan secara berkelanjutan setelah pelatihan.

Dalam sesi pelatihan, Tim KPI 2026 UPNVJ membahas standar akuntansi bagi UMKM di Indonesia dan Malaysia, dasar pencatatan akuntansi, serta pengenalan Malaysian Private Entities Reporting Standard (MPERS). Peserta selanjutnya mengikuti praktik penggunaan model spreadsheet akuntansi yang dikembangkan untuk mempermudah pengelolaan transaksi usaha.

Model tersebut memungkinkan pelaku UMKM mencatat penjualan, pembelian, piutang, dan utang secara lebih terstruktur. Data transaksi kemudian dapat diolah menjadi informasi dan laporan keuangan yang membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnisnya.

Pencatatan keuangan yang tertib menjadi penting karena keputusan pengembangan usaha membutuhkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja usaha dapat digunakan untuk mengevaluasi kegiatan bisnis, mengendalikan arus transaksi, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih terukur.

Untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta, tim pelaksana memberikan pre-test dan post-test terkait literasi keuangan. Sebanyak 19 peserta juga menandatangani lembar komitmen sebagai bentuk kesiapan menerapkan model spreadsheet tersebut dalam kegiatan usahanya.

Program tidak berhenti pada pelaksanaan lokakarya pada 17 Agustus 2026. Peserta akan menggunakan spreadsheet akuntansi untuk mencatat transaksi usaha selama sekurang-kurangnya tiga bulan.

Melalui periode implementasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh data keuangan yang lebih memadai untuk melihat posisi dan kinerja usahanya. Model yang dikembangkan Tim KPI 2026 juga dilengkapi dashboard informasi untuk membantu pengguna membaca data keuangan secara lebih praktis.

Dianwicaksih berharap pendampingan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih berkelanjutan antara UPNVJ dan UiTM Cawangan Kelantan, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan penelitian akuntansi lintas negara.

“Kami berharap kerja sama antara UPNVJ dan UiTM Cawangan Kelantan terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, pendidikan, serta penelitian akuntansi lintas negara. Inilah salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam membawa semangat Bela Negara dan nilai kemanfaatan ke tingkat internasional,” katanya.

Program ini dilaksanakan oleh akademisi dari kedua universitas. Tim UiTM Cawangan Kelantan terdiri atas Prof. Madya Dr. Mohd Nasir Ismail, Dr. Nik Zam Nik Wan, Assoc. Prof. Dr. Marziana Madah, Dr. Wan Zurina Nik Abdul Majid, Dr. Wan Noraswaniaty Wan Ahmad, dan Shalwati Ramli.

Sementara itu, tim UPNVJ terdiri atas Prof. Dr. Dianwicaksih Arieftiara, S.E., Ak., M.Ak., CA., CSRS.; Satria Yudhia Wijaya, S.E., M.S.Ak.; Masripah, S.E., M.S.Ak., CPSAK.; Murdhaningsih, S.E., M.Ak.; serta Munasiron Miftah, S.E., M.M., CRP.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi dapat diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat. Bagi UPNVJ, pengabdian lintas negara juga menjadi ruang untuk membawa identitas Bela Negara melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemberdayaan ekonomi, serta pemecahan persoalan masyarakat secara kolaboratif.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pengembangan UPNVJ di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Anter Venus, MA, Comm., yang menempatkan internasionalisasi, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta implementasi nilai Bela Negara sebagai bagian penting dalam pengembangan universitas. Melalui kolaborasi yang berdampak, UPNVJ terus mendorong agar kehadiran akademisi dan hasil keilmuannya dapat memberikan manfaat yang terukur, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pun memperoleh makna yang lebih substantif: semangat Bela Negara tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui kompetensi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat hingga melintasi batas negara.

Berita Sebelumnya

Mahasiswa UPNVJ Raih Gelar Internasional, Bigetron Juara Games of the Future 2026 MLBB