HumasUPNVJ – Sebanyak 263 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ) mengikuti Gladi Posko dan Gelar Rumah Sakit Lapangan 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur pada 5–6 November 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menguji kesiapan calon tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat melalui simulasi manajemen bencana dan pengoperasian rumah sakit lapangan. Mengangkat skenario penanganan banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kolaboratif bagi mahasiswa kedokteran dan farmasi dalam memberikan pelayanan kesehatan saat bencana.
Sebanyak 211 mahasiswa semester tujuh Program Studi Kedokteran dan 52 mahasiswa Program Studi Farmasi terlibat dalam kegiatan tersebut. Para peserta menjalani simulasi penanganan bencana yang menuntut kemampuan koordinasi, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat.
Mengusung tema "Dukungan Kesehatan di Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dalam Penanganan Bencana Banjir Bandang", simulasi ini memberikan gambaran mengenai kompleksitas penanganan bencana, khususnya dalam klaster kesehatan. Mahasiswa dilatih memahami mekanisme koordinasi antarlembaga, pembagian tugas tenaga kesehatan, serta strategi pemenuhan kebutuhan medis masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Apriyuanda Giyant Bayu Pradhana, S.TP., M.Sc., dan Widyaiswara Ahli Pertama Pusdiklat PB BNPB, Neri Egi Rusmana, S.Si., M.Pd., bersama pimpinan serta jajaran FK UPNVJ.
Gladi Posko Jadi Keunggulan Pendidikan Kedokteran UPNVJ Wakil Dekan Bidang Akademik FK UPNVJ, Dr. dr. Feda Anisah Makkiyah, Sp.BS., M.Kes., MHPE, VINS., yang secara resmi membuka kegiatan, menegaskan bahwa Gladi Posko merupakan salah satu program unggulan fakultas dalam membentuk calon tenaga kesehatan yang tangguh dan siap menghadapi bencana.
Menurut Feda, Gladi Posko telah dilaksanakan sebanyak 17 kali sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009. Keberlanjutan program tersebut mencerminkan komitmen FK UPNVJ untuk mengintegrasikan kompetensi medis dengan kemampuan manajemen kebencanaan dalam proses pendidikan.
"Gladi Posko ini merupakan marwah FK UPNVJ. Ini adalah value yang kita miliki bersama, termasuk oleh mahasiswa. Adik-adik semua dipersiapkan agar ketika terjadi bencana, sudah ada garda terdepan yang siap memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Feda.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup dibangun melalui penguasaan teori. Calon tenaga kesehatan juga perlu memiliki ketangguhan, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan.
Feda berharap tradisi Gladi Posko dapat terus diwariskan kepada generasi dosen dan mahasiswa berikutnya sebagai bagian dari identitas sekaligus keunggulan FK UPNVJ. Melalui program berkelanjutan ini, fakultas berupaya memastikan mahasiswa memiliki bekal untuk berkontribusi dalam penanganan kedaruratan kesehatan di masyarakat.
Integrasikan Pembelajaran Lintas Profesi dalam Penanganan Bencana
Selain menguji kesiapan menghadapi bencana, Gladi Posko 2026 menerapkan pendekatan Interprofessional Education (IPE), yakni pembelajaran kolaboratif lintas profesi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dan farmasi dalam satu skenario penanganan darurat.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa mempelajari keterkaitan peran dan tanggung jawab berbagai profesi kesehatan. Peserta juga memperoleh pengalaman mengenai fungsi kepemimpinan dan koordinasi pelayanan kesehatan, termasuk memahami tanggung jawab kepala puskesmas dan kepala dinas kesehatan dalam mengelola respons terhadap bencana.
Simulasi ini menempatkan mahasiswa dalam situasi yang menuntut kerja sama tim, komunikasi efektif, penentuan prioritas pelayanan, serta pengelolaan sumber daya kesehatan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami prosedur penanganan bencana, tetapi juga mempraktikkan proses pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.
Kolaborasi mahasiswa kedokteran dan farmasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bahwa penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas profesi. Setiap tenaga kesehatan memiliki peran yang saling melengkapi untuk memastikan pelayanan medis dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani secara terpadu.
Penyelenggaraan Gladi Posko dan Gelar Rumah Sakit Lapangan juga memperkuat karakter UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara melalui pengembangan kompetensi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
FK UPNVJ menyampaikan apresiasi kepada BNPB, narasumber, peninjau, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan kedokteran dan farmasi, khususnya dalam pengembangan kompetensi penanggulangan bencana.
Melalui Gladi Posko 2026, FK UPNVJ menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan serta kemampuan memberikan pelayanan kesehatan dalam situasi krisis. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kerabat Kerja
---------------------------------
Penulis: Ramzi Zainal Abidin | Penyelaras Bahasa: F. Noor