Sikapi Situasi UPNVJ, Dekan Fakultas Kedokteran Tekankan Persatuan dan Marwah Institusi

HumasUPNVJ – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FK UPNVJ), Taufiq Fredrik Pasiak, menyerukan penguatan solidaritas internal dan sikap kelembagaan yang konstruktif dalam menghadapi dinamika yang tengah berlangsung di UPNVJ. Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis kepada tiga anggota Senat Akademik UPNVJ perwakilan Fakultas Kedokteran, Jumat (6/11/2026). Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, menghormati kewenangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta memastikan setiap langkah institusi tetap berlandaskan hukum dan etika akademik.

Pernyataan itu ditujukan kepada Dr. dr. Abdul Kholib, M.H., dr. Lisa Safira, Sp.A(K)., dan dr. Riezki Valentina Astari, Sp.S., sebagai anggota Senat Akademik UPNVJ perwakilan Fakultas Kedokteran. Ketiganya diminta mengedepankan kepentingan institusi dalam menjalankan tanggung jawab kelembagaan, terutama ketika universitas menghadapi situasi yang membutuhkan koordinasi dan kesamaan sikap.

Dalam pernyataannya, Taufiq menekankan bahwa penguatan posisi tawar kelembagaan harus diawali dengan konsolidasi internal. Menurut dia, perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak boleh mengganggu persatuan sivitas akademika ataupun melemahkan institusi.

"Tanpa bermaksud melawan atau mempertentangkan kewenangan dengan Bapak Mendiktisaintek, saya kira sudah waktunya kita membangun posisi tawar kelembagaan yang lebih kuat, bermartabat, dan terhormat," ujar Taufiq.

Ia menilai situasi yang dihadapi UPNVJ saat ini membutuhkan pendekatan yang tidak semata-mata bertumpu pada komunikasi administratif. Diperlukan langkah bersama yang lebih terukur, disertai keberanian mengambil sikap dengan tetap menjunjung ketentuan hukum dan prinsip tata kelola perguruan tinggi.

"Kita membutuhkan langkah yang lebih terukur, solid, cerdas, dan berani, tetapi tetap berada dalam koridor hukum serta etika akademik," tegasnya.

Meski mendorong penguatan posisi kelembagaan, Taufiq memastikan bahwa sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kewenangan pemerintah. Sebaliknya, ia menempatkan penghormatan terhadap kewenangan Menteri sebagai prinsip yang harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab universitas dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pendidikan tinggi.

"Kita menghormati kewenangan Menteri. Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk menjaga marwah, kepastian tata kelola, dan masa depan UPN Veteran Jakarta," katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa loyalitas anggota Senat Akademik dan sivitas akademika harus didasarkan pada kepentingan jangka panjang universitas. Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga objektivitas dalam pengambilan keputusan serta mencegah kepentingan perseorangan maupun kelompok memengaruhi arah kebijakan kelembagaan.

"Loyalitas dan dedikasi kita yang utama adalah kepada institusi, bukan kepada orang per orang, kelompok, atau kepentingan sesaat," ujarnya.

Taufiq juga berharap anggota Senat Akademik perwakilan Fakultas Kedokteran mampu membangun komunikasi internal yang lebih erat dan merumuskan langkah bersama secara konstruktif. Ia menegaskan bahwa upaya memperkuat posisi institusi tidak ditujukan untuk menciptakan pertentangan, melainkan memperjuangkan kepastian dan keadilan prosedural.

"Kita tidak sedang mencari pertentangan. Kita sedang memperjuangkan kepastian, keadilan prosedural, dan keberlanjutan institusi yang kita cintai," ungkapnya.

Pada akhir pernyataannya, Taufiq meminta seluruh anggota Senat Akademik UPNVJ perwakilan Fakultas Kedokteran menjadikan prinsip solidaritas, rasionalitas, dan martabat kelembagaan sebagai landasan sikap bersama.

"Kita harus tetap kompak, tetap rasional, dan tetap bermartabat," pungkasnya.

Seruan tersebut menegaskan sikap pimpinan Fakultas Kedokteran UPNVJ yang mengutamakan persatuan internal, penghormatan terhadap kewenangan pemerintah, dan penyelesaian persoalan kelembagaan melalui mekanisme yang sah. Dalam konteks tata kelola universitas, pendekatan ini diharapkan dapat mendukung stabilitas akademik serta keberlanjutan pelayanan pendidikan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Berita Sebelumnya

Buka RAKORNAS Forum AKPK 2026, UPNVJ Dorong Integrasi Tata Kelola Perguruan Tinggi Berdampak