HumasUPNVJ — Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-76 Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Jakarta diwarnai dengan pesan penuh haru dari perwakilan wisudawan, Alifya Rayyani Shofiy, lulusan Program Studi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran. Dalam pidato ucapan terima kasih yang disampaikannya di hadapan para pimpinan universitas, dosen, keluarga, dan ribuan wisudawan, Alifya mengajak seluruh lulusan untuk mengenang perjuangan panjang selama menempuh pendidikan sekaligus memaknai wisuda sebagai awal perjalanan baru dalam kehidupan.
Mengawali sambutannya, Alifya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para wisudawan menuntaskan perjalanan akademik yang penuh tantangan. Ia menggambarkan momen wisuda sebagai titik yang dahulu hanya menjadi impian, namun kini berhasil diraih melalui perjuangan yang tidak mudah.
“Hari ini, saat kita duduk dengan anggun mengenakan toga dan mendengarkan nama kita dipanggil satu per satu, rasanya sulit untuk tidak menoleh ke belakang dan mengingat kembali versi diri kita di awal perkuliahan dulu,” ujar Alifya.
Dalam pidatonya, Alifya menyoroti berbagai dinamika kehidupan mahasiswa yang dialami para wisudawan selama berkuliah. Mulai dari tekanan akademik, kesibukan organisasi, tuntutan ekspektasi, hingga rasa takut gagal dan tertinggal. Namun menurutnya, seluruh proses tersebut justru membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan dewasa.
Ia menegaskan bahwa dunia perkuliahan bukan sekadar tempat mengejar nilai dan gelar, melainkan ruang untuk belajar bertahan hidup, memahami orang lain, dan mengenali diri sendiri. Kampus, menurutnya, telah menjadi rumah yang menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk bertumbuh bersama menjadi versi terbaik dari diri masing-masing.
Alifya juga mengenang berbagai momen sederhana selama kuliah yang kini terasa begitu berharga. Ruang kelas, diskusi hingga larut malam, tugas dengan tenggat waktu ketat, proses penyusunan skripsi, hingga obrolan ringan bersama teman seperjuangan disebutnya sebagai kepingan memori yang akan selalu melekat di hati para lulusan.
Dalam kesempatan tersebut, Alifya turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada universitas, dosen, tenaga kependidikan, orang tua, serta rekan-rekan seperjuangan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik para wisudawan.
Ia menyebut para dosen bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga sosok yang menanamkan nilai kehidupan, tanggung jawab, integritas, dan semangat perjuangan. Sementara kepada keluarga, Alifya mengungkapkan rasa terima kasih atas doa, pengorbanan, dan dukungan yang tidak pernah putus selama proses pendidikan berlangsung.
“Hari ini bukanlah panggung keberhasilan kami semata, melainkan perayaan kemenangan bagi seluruh keluarga yang selalu setia berjalan beriringan bersama kami dalam setiap embusan prosesnya,” tuturnya.
Menjelang akhir pidato, Alifya mengajak seluruh wisudawan untuk memberikan apresiasi kepada diri sendiri karena telah mampu bertahan melewati berbagai fase sulit selama perkuliahan. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang menuju tantangan dan mimpi yang lebih besar.
“Wisuda yang kita rayakan hari ini bukanlah titik akhir yang menghentikan langkah kita, melainkan sebuah gerbang awal dari babak baru yang akan melempar kita menuju tantangan yang lebih nyata, mimpi yang lebih megah, dan kisah-kisah hidup berikutnya yang lebih menantang,” katanya.
Pidato Alifya mendapat sambutan hangat dari para hadirin karena dinilai mampu mewakili perasaan para wisudawan yang telah melalui perjalanan panjang hingga akhirnya resmi menyandang gelar sarjana di Wisuda ke-76 UPN “Veteran” Jakarta.